
Banjarmasin – Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) resmi bertransformasi menjadi Magang Berdampak. Perubahan ini bukan hanya soal nama, tetapi mencerminkan arah baru. Mencetak mahasiswa yang tak hanya “belajar di industri”, tetapi juga berkontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia kerja.
Diluncurkan oleh Kemendiktisaintek sebagai bagian dari Kampus Merdeka, Magang Berdampak hadir dengan semangat baru, mahasiswa bukan sekadar pelaku magang, tetapi agen perubahan. Inilah yang membuat Magang Berdampak dinilai sebagai penyempurnaan dari MSIB.
Jika sebelumnya MSIB menekankan peningkatan keterampilan dan pengalaman profesional, kini Magang Berdampak menuntut hasil nyata. Bukan hanya sekadar “ikut magang” tapi mampu memberikan solusi atas permasalahan nyata yang dihadapi mitra industri maupun masyarakat.
Skema pelaksanaan magang kini lebih terstruktur. Terdapat pembekalan khusus sebelum magang, pendampingan dari mentor dan dosen, serta penilaian kinerja berbasis capaian. Mitra industri juga dilibatkan sejak awal, mulai dari penyusunan kurikulum hingga evaluasi hasil.
“Program ini dirancang bukan semata-mata untuk meningkatkan angka partisipasi magang, tapi juga untuk menyiapkan mahasiswa menjadi pelaku perubahan. Kita tidak hanya mencetak lulusan, tetapi agen perubahan yang memiliki kepekaan sosial, keterampilan profesional, dan daya saing global,” ujar Menteri Brian, dikutip dari kemdiktisaintek.go.id, 16 Juni 2025.
Berbeda dari MSIB yang tersedia ratusan mitra dengan ribuan lowongan, Magang Berdampak hadir lebih ramping. Tahun ini, hanya tersedia sekitar 344 posisi magang dari 17 mitra. Hal ini sempat menuai protes dari mahasiswa karena keterbatasan pilihan jurusan dan kuota. Meski begitu, Kemendiktisaintek menegaskan bahwa kualitas tetap menjadi prioritas.
Terkait insentif, mahasiswa peserta Magang Berdampak tetap akan menerima bantuan biaya hidup sebesar Rp2,8 juta per bulan, ditambah bantuan biaya transportasi dan potensi insentif tambahan dari mitra, seperti uang saku atau fasilitas tempat tinggal. Hal ini jadi nilai plus bagi mahasiswa yang ingin fokus magang tanpa khawatir soal biaya.
Pandangan tentang magang perlahan mulai berubah di kalangan mahasiswa. Salah satunya diungkapkan oleh Sulthan, mahasiswa Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (FEB ULM).
“Selama ini saya membayangkan magang itu seperti kerja di kantor, duduk dan bantu administrasi. Tapi ternyata ada magang yang bisa melibatkan kita langsung ke komunitas, bahkan ke proyek sosial. Saya baru tahu belakangan ini dari media sosial BEM FEB dan cerita teman,” tuturnya.
Baginya, Magang Berdampak adalah kesempatan emas. Bukan hanya untuk mengasah skill profesional, tapi juga empati, kepemimpinan, dan kepekaan sosial.
“Saya lebih tertarik magang di komunitas, karena saya ingin melihat langsung dampak dari kontribusi saya. Tapi saya juga tetap terbuka untuk magang di perusahaan, selama bidangnya sesuai minat,” jelasnya.
Sulthan menilai bahwa tahu lebih awal tentang program ini sangat penting, karena mahasiswa punya waktu untuk memperkuat Curriculum Vitae (CV), mencari tahu lembaga mitra, dan menyesuaikan jadwal kuliah.
Meski demikian, ia menimbang beberapa hal seperti lokasi, jadwal, dan dukungan kampus. Ia menambahkan bahwa persiapan penting lainnya adalah pengalaman organisasi, pemahaman isu sosial, dan kesiapan mental.
Pendaftaran Magang Berdampak dibuka sejak 16 Juni hingga 13 Juli 2025. Pelaksanaan magangnya dijadwalkan mulai 4 Agustus hingga 22 Desember 2025. Saat ini, para pendaftar tengah menunggu hasil seleksi dari masing-masing mitra yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
Transformasi MSIB menjadi Magang Berdampak adalah ajakan bagi mahasiswa untuk naik level. Tidak cukup hanya sekadar “mendapat pengalaman kerja”, mereka juga ditantang untuk menghasilkan sesuatu yang bermakna.
Bagi banyak mahasiswa, ini adalah tantangan baru. Tetapi bagi sebagian lainnya, ini merupakan panggung yang mereka cari, tempat untuk benar-benar menunjukkan bahwa mahasiswa bisa memberi solusi bagi negeri.
Jurnalis: Muhammad Rudy Arifin @rdyarfin_ Widya Febrilla @wdyaafbri Redaktur: Rafina Jayanti @fienaaa.a
